Sastra Indonesia dan Perempuan yang Tidak Minta Izin
Ulasan atas tiga novel karya perempuan Indonesia yang diterbitkan tahun ini — keberanian bercerita tanpa permisi adalah tema yang menyatukan mereka...
Esai tentang sastra, proses menulis, bacaan, dan hal-hal kecil yang membentuk kita sebagai manusia.
Ada sesuatu dalam sunyi tengah malam yang membuka lapisan paling jujur dari ingatan kita. Sudah empat belas tahun saya menulis, dan hampir setiap kata lahir antara pukul 22.00 dan 01.00. Bukan karena kebiasaan — melainkan karena malam adalah satu-satunya waktu saya tidak harus menjadi orang lain untuk siapapun...
Baca SelengkapnyaUlasan atas tiga novel karya perempuan Indonesia yang diterbitkan tahun ini — keberanian bercerita tanpa permisi adalah tema yang menyatukan mereka...
Eksperimen menulis konsisten satu halaman setiap hari selama 365 hari: apa yang berhasil, apa yang gagal, dan apa yang saya pelajari tentang kedisiplinan...
Dari García Márquez hingga Leila S. Chudori — buku-buku yang meninggalkan bekas permanen pada cara saya memandang narasi dan bahasa...
Catatan di Hari Perempuan Internasional: tentang ruang bercerita, hak untuk marah, dan mengapa sastra perempuan bukan genre — melainkan perlawanan...
Saya menghabiskan dua minggu di residensi penulis Ubud Writers & Readers Festival. Beginilah rutinitas, inspirasi, dan krisis kepercayaan diri yang datang bersama...
Saya bukan plotter murni, bukan pula pantser murni. Metode saya berada di suatu tempat di antaranya — dan setelah sembilan novel, ini yang akhirnya berhasil...
Satu email setiap dua minggu — esai baru, rekomendasi buku, dan kabar dari meja tulis saya.