Dari desa pertanian menjadi desa wisata
Desa Lestari berdiri sejak tahun 1924 sebagai permukiman petani padi dan aren. Sejak 2018, melalui musyawarah desa dan dukungan BUMDes, Desa Lestari resmi dikembangkan menjadi desa wisata berbasis komunitas. Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dibentuk untuk mengelola destinasi, homestay, dan kuliner secara mandiri.
Kini desa kami meraih predikat Desa Wisata Berkembang tingkat kabupaten dan terus berbenah menuju desa wisata mandiri yang lestari dan ramah lingkungan.
Visi
Terwujudnya Desa Lestari sebagai desa wisata mandiri yang sejahtera, berbudaya, dan berkelanjutan dengan menjaga kelestarian alam.
Misi
- 1Mengembangkan destinasi wisata berbasis alam & budaya lokal.
- 2Memberdayakan UMKM, pengrajin, dan pemandu warga.
- 3Menjaga lingkungan dengan prinsip wisata bebas sampah.
Geografi & kependudukan
| Keterangan | Data |
|---|---|
| Luas wilayah | 842 hektar |
| Ketinggian | 650 mdpl (lereng Bukit Lestari) |
| Jumlah penduduk | 4.317 jiwa |
| Jumlah dusun | 5 dusun, 12 RW, 34 RT |
| Mata pencaharian utama | Petani, pengrajin, pelaku wisata |
| Komoditas unggulan | Padi organik, kopi robusta, gula aren |
Yang membuat Lestari istimewa
🌾 Pertanian Organik
Sawah terasering yang dikelola tanpa pestisida kimia, menghasilkan beras sehat khas desa.
🎭 Seni & Tradisi
Sanggar tari, gamelan, dan ritual syukuran panen yang masih lestari hingga kini.
☕ Kopi & Aren
Kebun kopi rakyat dan pohon aren menjadi sumber kuliner serta oleh-oleh khas.
Ingin tahu lebih banyak tentang desa kami?
Hubungi sekretariat desa atau langsung pesan kunjungan untuk merasakan suasana Desa Wisata Lestari.
Hubungi Kami